Rabu, 17 April 2013

aspek kemukjizatan qur'an


AL-QUR’AN DAN HADIST
“ASPEK-ASPEK KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN”
logo-unisi-terbaru1













DISUSUN
OLEH
NAMA : AYU FARDILLA
NIM :102 10 10 100 11
JURUSAN : AKUNTANSI


Up Ribbon: UNIVERSITAS ISLAM INDRAGIRI
TEMBILAHAN
TA :2013/2014
 







ASPEK-ASPEK KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN

I.                   PENDAHULUAN
Salah satu objek penting lainya dalam kajian ‘Ulumul Qur’an’ adalah perbincangan mengenai mukjizat. Persoalan mukjizat, terutama mukjizat Al-Qur’an , sempat menyeret para teolog klasik dalam perdebatan yang berkepenjangan, terutama antara teolog dari kalangan Mu’tazilah dan para teolog dari kalangan Ahlussunnah mengenai konsep shirfah.
Dengan perantara mukjizat, Allah mengingatkan manusia bahwa para rasul itu merupakan utusan yang mendapat dukungan dan bantuan dari langit. Mukjizat yang telah diberikan kepada para nabi mempunyai fungsi yang sama, yaitu memainkan perananya dan mengatasi kepandaian kaumnya disamping membuktikan bahwa kekuasaan Allah itu berada diatas segala-galanya.
Suatu umat yang tinggi pengetahuanya dalam ilmu kedokteran, misalnya tidak wajar dituntun dengan mukjizat dalam ilmu tata bahasa, begitu pula sebaliknya. Tuntunan dan pengarahan yang ditunjukan pada suatu umat harus berkaitan dengan pengetahuan mereka karena Allah tidak akan mengarahkan suatu umat pada hal-hal yang tidak mereka ketahui. Tujuanya adalah agar tuntunan dan pengarahan Allah bermakna. Disitulah letak mukjizat yang telah diberikan kepada para Nabi.
















II.                ISI
  • Aspek-aspek Kemukjizatan Alquran
Dalam sejarah kemunculan dan berkembangnya pembinaan tentang Kemukjizatan Alquran , terlihat bahwa para ahli berbeda pendapat dalam melihat aspek-aspek kemukjizatan Alquran yang dipandang penting. Namun dari berbagai perbedaan itu , secara global tidak terlepas dari empat aspek yang meliputi: (1) as-Sharfah, (2) Keindahan bahasa, (3) Ketelitian Redaksi, dan (4) Kandungan isinya.
 Untuk lebih jelasnya, ketiga aspek ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Aspek Ash-Sharfah
Dari kalangan mutakallimin, Abu Ishak Ibrahim An-Nazzam 1, berpendapat, bahwa kemukjizatan Alquran terjadi dengan cara Ash-Sharfah (pemalingan). Arti Ash-Sharfah menurut An-Nazzam ialah, bahwa Allah memalingkan perhatian orang-orang Arab dari menandingi Al;-Quran. Padahal, mereka sebenarnya mampu untuk menandinginya. Di sinilah letak kemukjizatan Al-Qur’an menurut An-Nazzam.
Tokoh lain dari pendukung konsep Ash-Sharfah ialah Al-Murtadha (dari aliran Syi'ah). Hanya saja Al-Murtadha  berpendapat , bahwa Allah telah mencabut dari mereka ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menghadapi qur’an agar mereka tidak mampu membuat yang seperti qur’an.
Pendapat ini menunjukkan kelemahan pemiliknya itu sendiri . akan tetapi yang melemahkan (mu’jiz) adalah kekuasaan Allah ,dan demikian qur’an bukanlah mukjizat.






1.       Ia adalah Abu Ishaq Ibrahim bin Sayyar an-Nizam, guru al-Jahiz salah seorang tokoh Mutazilah. Kepadanya dinisbahkan golongan nizamiyah. Wafat pada masa khilafah al-Mu’ tasim pada tahun 220 lebih.

Abu Bakar Al-Baqillani, merupakan salah seorang tokoh Asya'irah yang menolak konsep ini.


Berkata Qadi abu bakar al-baqalani 2 :”salah satu hal yang membatalkan pendapat sirfah ialah, kalaulah menandingi qur’an itu mungkin tetapi mereka dihalangi oleh sirfah maka kalam Allah itu tidak mukjizat , melainkan sirfah itu lah yntang lain”

Pendapat tentang sirfah ini batil dan ditolak oleh qur’an sendiri dalam firman-Nya:
“sesunguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (al-Isra’ (17) :88)

2.      Keindahan Bahasa (Fashahah dan Balaghah)
Aspek kedua dari kemukjizatan Alquran yang menjadi pokok bahasan para ulama Kalam ialah dari segi keindahan bahasanya. Dalam hal ini, Bahasa Arab yang digunakan Alquran dipandang sebagai bahasa yang istimewa, baik dari segi gaya bahasanya, susunan kata-katanya, maupun ketelitian redaksi yang digunakannya.. Keindahannya, jauh melebihi keindahan bahasa yang disusun oleh para sastrawan Arab.







   2 Ia adalah Qadi Abu Bakar Muhammad Ibnu Tayyib Al-Baqalani, Penulis kitab Ijazul Qur’an dan at- Taqrib wal Irsyad tentang Usul Fiqh. Wafat pada 403 H.


3.      Kandungan Isinya
Pembahasan mengenai aspek kemukjizatan Alquran dari segi kandungan isinya, Di antara isi dan kandungan Alquran yang menunjukkan kemukjizatannya, secara garis besar dapat diklassifikasikan kepada tiga jenis sebagai berikut:
1.      Berita tentang Hal-hal yang Ghaib
Beritan-berita ghaib yang terdapat dalam Alquran dapat dikelompokkan kepada:
1) Berita-berita ghaib yang terjadi sebelumnya; yaitu berita-berita tentang orang-orang terdahulu.
2) Berita-berita ghaib yang sedang terjadi di tempat lain. Seperti mengenai maksud jahat orang-orang munafik dengan membangun masjid Dhirar (Q. S. 9: 107); atau berita ghaib yang terjadi di tempat yang sama. Seperti sikap orang-oraorang munafik yang bermanis muka di hadapan Nabi, padahal hatinya buruk dan sangat memusuhi Nabi (Q. S. 2: 204 - 206).
3) Berita-berita ghaib yang akan terjadi (sesudah turunnya wahyu). JHGIUUSeperti kemenangan yang akan diperoleh tentara Romawi dalam menghadapin bangsa Persia (Q. S. 30: 1 - 6); Nabi dan para sahabatnya akan memasuki kota Mekkah dalam keadaan aman (Q. S. 48: 27); Allah akan mengabadikan jenazah Fir'aun sebagai bukti historis (Q. S. 10: 92); Kemurnian Alquran tetap akan terpelihara (Q.S. 15: 9); dan berbagai masalah ghaib lainnya yang ditunjukkan oleh Alquran, baik secara eksplisit maupun implisit.

2.      Isyarat-isyarat Ilmiah
Isi dan kandungan Alquran banyak menginformasi-kan masalah-masalah ilmiah yang hanya mungkin diketahui oleh ilmuwan abad modern ini. Ayat-ayat yang mengandung isyarat ilmiah semacam ini, semakin lama semakin banyak ditemukan dalam Alquran, sejalan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan. Di antara ayat-ayat tersebut yang sudah dibuktikan kebenarannya melalui penemuan di bidang ilmu pengetahuan Alam antara lain:
1) Hukum Toricelly yang ditemukan pada abad XVII M, menyatakan bahwa semakin tinggi suatu tempat, maka semakin rendah tekanan udara yang ada di tempat itu. Hukum ini diisyaratkan Alquran dalam Surat Al-An'am/6:125
2) Siang dan malam tidak selalu sama lama (tempo)nya. Kadangkala malam lebih panjang daripada siang, dan kadangkala juga terjadi sebaliknya. Hal ini mengundang tanda tanya untuk dipikirkan jawabannya, seperti tersirat pada Surat Yunus/10: 6.
3) Dari hasil pemantauan satelit diperoleh bukti, bahwa Jazirah Arab beserta gung-gunungnya bergerak mendekati Iran dengan pergerakan yang sangat lamban, hanya beberapa sentimeter setiap tahunnya. Isyarat ini terlihat dari Alquran, surat An-Naml/28: 88.

c. Kesempurnaan Syari'atnya
Kandungan Alquran yang menjadi tujuan utama diturunkannya, yakni berupa syari'at Islam menunjukkan bentuk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan bentuk perundang-undangan manapun yang pernah ada di dunia ini.
syari'at Islam juga diakui sebagai syari'at yang sesuai dengan kebutuhan manusia, karena ia berasal dari pencipta manusia itu sendiri, yang tujuan utamanya untuk membebaskan manusia dari alam gelap gulita enuju dunia pencerahan yang terang-benderang (Q. S. Al-Baqarah/2: 257).

·         Kadar Kemukjizatan Al-qur’an
1. Golongan mu’takzilah berpendapat bahwa kemu’jizatan itu berkaitan dengan keseluruhan Al-Qu’ran, bukan dengan sebagainya, atau dengan setiap suratnya secara lengkap.
2.  Sebagian ulama berpendapat ,kemu’jizatan itu sebagian kecil atau sebagian besar dari Al-Qur’an , tanpa harus satu surat penuh juga merupakan mu’jizat , berdasarkan firman allah “ maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal dengan Al-Qur’an”,(QS.at-Tur 52 : 34)
3.  Ulama lain berpendapat bahwa kemu’jizatan itu cukup dengan satu surat lengkap , sekalipun pendek, atau dengan ukuran satu surat , baik satu ayat ataupun beberapa ayat. Pendapat ini berpegang pada ayat-ayat yang berhubungan dengan seberapa banyak kadar Al-Qur’an untuk bisa di sebut sebagai mukjizat , dan ini ada kaitannya dengan tantangan yang di lontarkan Al-Qur’an kepada ahli sastra pasa saat itu.
Al-Qur’an telah mengajukan tantangan agar di datangkan sesuatu yang sama persis dengan AlQur’an dengan keseluruhannya( QS Al- isra’ 17 : 88) dengan sepuluh surat(QS  Hud 11 : 13) dengan satu surat(QS Yunus : 10 :38) dan dengan suatu pembicaraan yang menyerupai Al-Qur’an (QS at-Tur 52 : 34). Namun demikian kita tidak berpendapat bahwa kemukjizatan itu hanya terletak pada kadar-kadar tertentu saja.

    Adapun mengenai segi atau kadar manakah yang mu’jizat itu, maka jika seseorang peneliti objektif mencari kebenaran Al-Qur’an dari aspek manapun yang ia sukai, ia akan temukan kemu’jizatan itu dengan jelas dan terang.
Kadar kemu’jizatan itu meliputi tiga macam kemukjizatan yaitu kemukjizatan bahasa, kemukjizatan ilmiah dan kemukjizatan tasyri’(penetepan hokum)
1. kemukjizatan Bahasa
Setiap manusia yang memusatkan perhatian pada Al-Qur’an akan menemukan rahasia-rahasia kemukjizatan dari aspek bahasanya. Ia akan dapatkan kemukjizatan itu dalam keteraturan bahasannya, bunyinya yang indah melalui nada-nada hurufnya. Hal ini sesuai dengan yang di gambarkan allah.

2. kemukjizatan Ilmiah
Kemu’jizatan ilmiah Al-Qur’an bukanlah terletak pada cukupannya pada teori-teori ilmiah yang selalu baru dan berubah sebagai hasil manusia melalui pengamatan dan penelitian, tetapi terletak pada semangatnya memberi dorongan pada manusia untuk berpikir menggunakan otaknya.
Semua persoalan atau kaidah ilmu pengetahuan yang telah mantap dan meyakinkan , merupakan manifestasi dari kegiatan berpikir yang di anjurkan Al-Qur’an . Al-Qur’an telah membangkitkan pada diri setiap muslim kesadaran ilmiah untuk memikirkan , memahami dan menggunakan akal.

Al-Qur’an menganjurkan manusia memiliki semua sifat utama seperti sabar, jujur, dan berbuat baik ,santun, pemaaf dan tawadlu. Karena manusia pada dasarnya adalah makhluk social , maka Al-qur’an memulai dengan pendidikan untuk meluruskan gharizah-gharizahnya, membimbing kearah kebaikan. Di sinilah kemu’jizatan Al-Qur’an tampil sebagai obat. 
4.                     Kemukjizatan Tasyri’
Allah meletakkan dalam diri manusia banyak garizah (naluri, instinck) yang berkerja didalam jiwa dan mempengaruhi kecendrungan-kecenderungan hidupnya.
Umat manusia telah mengenal, disepanjang masa sejarah, berbagai macam doktrin,pandangan, system dan tasri’ (perundang-undangan) yang bertujuan tercapainya kebahagian individu didalam masyarakat yang utama.  Namun tidak satupun daripadanya yang mencapainya keindahan dan kebesaran seperti yang dicapai qur’an dalam kemukjizatan tasyri’ – nya.

















PENUTUP

I.                   KESIMPULAN
Dari makalah dapat di ambil kesimpulan bahwa Al-Qur'an ini adalah Mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Kita tahu bahwa setiap Nabi diutus Allah selalu dibekali mukjizat untuk meyakinkan manusia yang ragu dan tidak percaya terhadap pesan atau misi yang dibawa oleh Nabi.
Dalam sejarah kemunculan dan berkembangnya pembinaan tentang Kemukjizatan Alquran , terlihat bahwa para ahli berbeda pendapat dalam melihat aspek-aspek kemukjizatan Alquran yang dipandang penting. empat aspek yang meliputi: (1) as-Sharfah, (2) Keindahan bahasa, (3) Ketelitian Redaksi, dan (4) Kandungan isinya.
Adapun mengenai segi atau kadar manakah yang mu’jizat itu, maka jika seseorang peneliti objektif mencari kebenaran Al-Qur’an dari aspek manapun yang ia sukai, ia akan temukan kemu’jizatan itu dengan jelas dan terang. Kadar kemu’jizatan itu meliputi tiga macam kemukjizatan yaitu kemukjizatan bahasa, kemukjizatan ilmiah dan kemukjizatan tasyri’(penetepan hokum)













DAFTAR PUSTAKA

1.      Studi Ilmu- Ilmu Qur’an oleh Drs. Mudzakir AS

2.      KEMUKJIZATAN ALQURAN
(Oleh : Drs. Masran, M. Ag.)

3.      Mas Zaki




2 komentar:

  1. thanks. infonya salam anak inhil kempas jaya

    BalasHapus
  2. mbak maaf masak bahas aspek-aspek kemukjizatan al quran halaman pertama di pajang foto gak berkerudung,, tolong lihat sikon donk,, makasih

    BalasHapus